Tentang Kahlil Gibran

Gelar untuk sang pujangga besar Kahlil Gibran tidak hanya satu. Yakni Sang sufi (the mystic), sang Filosof (the philosopher), yang religious (the religious), si kufur (the heretic), yang cemerlang (the serene), sang pemberontak (the rebellious), dan yang abadi (the ageless).

Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, di punggung gunung dataran tinggi Libanon. Tempat itu berada sekitar 1.700 meter diatas permukaan laut – yang dibanggakannya sebagai pengawal hutan Cedar suci di Lebanon. Lebanon dalam bahasa Smith berarti putih (lubnan) karena gunung di sana tertutup salju selama enam bulan setiao tahun. Di tempat itu, Nabi Sulaiman mengambil bahan kayu Cedar untuk membangun kuilnya di Yerussalem yang terkenal dengan Kuil Sulaiman (solomon’s temple). Secara administratif, kota Beshari masuk ke dalam wilayah Syiria, yang pada masa itu dibawah kekuasaan kerajaan turki usmani.

Ketika lahir bayi Kahlil diberi nama Gibran, persis nama kakeknya dari pihak ayah- sebagaimana adat (kebiasaan) warga Lebanon pada zaman itu. Ayahnya bernama Khalil bin Gibran. Nama lengkap si anak menjadi Gibran Khalil Gibran (jubran Khalil jubran). Untuk kalangan orang Arab itu, kalau kalangan bukan Arab “Kahlil Gibran”. Letak huruf “h” diubah atas anjuran para gurunya setelah Gibran tinggal di Amerika.

Ayahnya benama Khalil bin Gibran berasal dari keluarga pendatang dan keluarga yang cukup terpandang. Ibunya bernama Kamila, perempuan cantik terpelajar yang menguasai beberapa bahasa asing (arab, perancis, inggris) dan berbakat musik.

Berikut kutipan Gibran dalam novel sayap-sayap patah tentang ibunya.

“Ibu adalah segalanya. Dialah pelipur duka cita, haapan kita di kala sengsara, dan kekuatan kita di saat tak berdaya. Dialah sumber cinta, kasih, kecendrungan hati, dan ampunan. Barangsiapa kehilangan ibu, ia kehilangan semangat murni yang senantiasa melimpahkan restu dan lindungan padanya. Segalanya dalam semesta alam ini membutuhkan ibu….” (novel sayap-sayap patah)

Gibran mempunyai tiga saudara satu kakak beda ayah, bernama Peter, dan dua saudara kandungnya Mariana dan Sulthana. Orang luar rumah yang menjadi guru pertamanya adalah Salim Dahir yang memiliki pengetahun astronomi, kimia, fisika, filsafat, dan sejarah.

Perilaku aneh Gibran sejak kecil adalah sering menyendiri, suka merenung, dan tidak banyak tertawa seperti anak-anak sebayanya. Gibran senang berada dibawah naungan pohon cedar raksasa. Dia menyimpan suatu kekuatan dalam dirinya dan mampu mengungkapkan dalam tulisan dan gambar.

Gibran hijrah ke Boston Amerika pada 25 juni 1895. Dia bersekolah disekolah anak-anak imigran. Tahun 1896 dia kembali le Lebanon guna memperdalam bahasa ibunya dan mempelajari khazanah kesusteraan arab. Dia sekolah di Madrasat al hikmat (sekolah kebijaksanaan) dia mengikuti kuliah ilmu hukum internasional, kedokteran, musik, sejarah dunai dan agama.

Gibran menjalin cinta kepada May Ziadah (seorang sasterawati dan kritikus sastera arab, kelahiran Nasareth, Palestina, 1886), yang dikenal Gibran kewat diskusi dan tukar pikiran melalui surat. May berdiam di kairo sedangkan Gibran di New York. Cinta antar benua, antar negara yang menurut sebagian orang aneh sekaligus unik dan menarik. Surat-menyurat antara May dan Gibran berlangsung selama belasan tahun (1912-1931). Apakah ini yang kita sebut sebagai cinta platonic? Mampu sampai begitu mendalam. Luar biasa.

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kata yang tak semoat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya bau. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada” (Kahlil Gibran)

“Akan datang saatnya nanti, aku akan kembali ke dunia timur. Rinduku pada kamppng halaman nyaris meluluhkan hatiku. Aku ingin menjalani sakitku di mesir, atau di kampong halamanku, agar aku dekat dengan orang-orang yang kucintai…. Tahukah kau, May, bahwa manakala aku memikirkan keberangkatan yang disebut orang kematian itu, aku merasa senang memikirkan dan merindukannya…. Dalam hasrat manusia terdapat satu tenaga kerinduan yang mengubah kabut dalam diri kita menjadi matahari” (Salah satu surat Gibran kepada May Ziadah)

Gibran meninggal apda tahun 1931 di New York dalam usia 48 tahun, dan dimakamkan ditanah kelahirannya, di hutan cedar libanon. Yaitu di lingkungan Beshari.

(Sumber dari buku "Kahlil Gibran di indonesia 2010")
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s