Yakin Pada Allah [Kisah Orang Shaleh Tak Berpunya Pergi Haji]

Kisah ini aku dengar sewaktu ikut majlis taklim ustadz Hannan Attaki beberapa hari yang lalu di Masjid Sunda kelapa Menteng, Jakarta pusat.

Ini cerita tentang kisah seorang ahli tasawuf pada jaman khalifah …. [kalau aku gak salah denger, khalifah Usman bin affan, waktu itu gak jelas]. Tak usah mempermasalahkan jaman kapan, pokoknya ini kisah menyentuh dan bisa jadi obat kita untuk selalu yakin kepada Allah SWT.

Yuk simak kisahnya!

Pada waktu itu seorang shalih ahli tasawuf yang bernama kyaai Ibrahim Al a’shom (terjaga) berkeinginan untuk pergi haji. Beliau bukan keluarga kaya malah bisa dibilang beliau dan keluarganya hidup pas-pasan. Pada suatu hari, beliau pismis untuk pergi haji karena berat untuk meninggalkan keluarganya. Secara kalau beliau pergi, nanti gak ada yang menafkahi keluarganya. Di masa kegalauannya antara pergi atau gak, dia bertanya kepada anaknya, kurang lebih percakapannya seperti berikut:

Beliau : saya ingin pergi haji, tetapi nanti bagaimana dengan kalian (anak dan istri)? Siapa yang akan memberimu nafkah?

Anak : selama ini yang memberi nafkah kita siapa ayah?

Beliau : Allah, anakku.

Anak : kalau gitu, ayah pergi haji saja, aku dan ibu akan mendapat nafkah dari Allah.

Karena keyakinannya sang anak, bahwa Allah pasti akan memberinya rizki, sang anak dan ibunya mengijinkan sang ayah untuk berangkat haji. Singkat cerita, sang ayah akhirnya berangkat haji. Beberapa waktu setelah sang ayah pergi haji, sang anak dan ibunya kehabisan makanan hanya tersisa air minum. Sang anak dan ibu berusaha mencari nafkah dan berdo’a kepada Allah agar diberi rizki. Pada suatu hari ada rombongan dari istana sedang dalam perjalanan dan kehabisan air. Rombongan tersebut mampir ke rumah anak tersebut dan meminta air. Sang anak memberikanya. Ada yang aneh dengan air yang dikasih. Air tersebut gak kayak air biasa, airnya manis. Karena penasaran dengan air yang didapatkannya, rombongan datang lagi ke rumah sang anak. Kemudian bertanya, asal muasal air yang dinumnya. Air tersebut diambil dari sumur miliknya. Kemudian bertanya tentang sang anak dan keluarganya yang ternyata mereka sedang ditinggal sang ayah berangkat haji. Setelah percakapan tersebut, diketahuilah bahwa keluarga sang anak adalah keluarga orang shaleh kyai Ibrahim. Setelah mengetahuinya, rombongan memberikan harta yang sedang dibawa untuk keluarga anak tersebut. Sang anak dan ibu mendapatkan rizki lewat rombongan yang kehabisan air minum dalam perjalanan.

Pelajaran yang bisa di ambil cerita ini adalah, kita semestinya yakin 100%  terhadap Allah kalau sesuatu yang baik akan terjadi selama kita yakin dan positif thinking kepada Allah SWT.

Allah maha mengerti, maha memberi maha baik. Allah akan memeberi apa yang kita butuhkan dengan jalan yang tak terduga, dengan cara yang sama sekali gak terbesit di pikiran kita. Gak ada yg gak mungkin.

Kita kadang bahkan sering was-was, dan seolah udah tahu apa yang bakal terjadi besok, padahal besok tidak ada yang tahu kecuali Allah sang maha mengetahui. Selama kita berusaha dan yakin 100% kepada Allah, Allah pasti akan memberikan apa yang kita butuhkan. Yakin!
Jakarta, 26 agustus 2017

Iklan

Pertama Kali Ngaji Bareng Ustadz Hannan Attaki

Waktu buka IG story gak sengaja liat storynya ustadz Hannan Attaki yang isinya info pengajian di Masjid Sunda Kelapa, Menteng Jakpus. Seketika itu aku langsung bikin jadwal ikut pengajian yang terjadwal hari Sabtu tanggal 19 Agustus 2017 jam 12.00 WIB

Kebetulan hari Sabtu waktu itu aku gak punya jadwal workshop, merpus, seminar dan jalan-jalan. Oke, aku dateng kesana. Aku sengaja berangkat jam setengah 12san. Gak nyangka sama sekali, ternyata banyak jama’ah yang dateng kesana. Baru juga sampai gerbang utama masjid, udah terlihat jama’ah pengajian yang membludak. Aku memberanikan diri untuk cari celah agar bisa masuk masjid dan kebagian tempat yang nyaman biar bisa liat ustadz hannan secara langsung. [maklum aku fans berat]

Masuk masjid, antre di tangga, rebutan dengan jama’ah yang lainnya, pokoknya serasa rebutan kereta sewaktu di stasiun Tanah Abang . Wwkwkwk.

Setelah berhasil masuk, aku duduk ditangga tengah dalam masjid. Dan gak bisa liat ustadz Hannan secara langsung, cuma denger suaranya. Mau gimana lagi gak ada tempat lagi. 😦
Di situasi yang penuh gitu, aku sempat ambil foto ustadz. Lumayan!

20170820_130411

Selama pengajian berlangsung, ustadz Hannan memberi tausiah yang gue banget [loh?]. Dengan ciri khasnya gaya anak muda, mudah dipahami, sesuai banget dengan konteks anak muda, bahasanya ringan dan dibumbui candaan yang kocak. Suka banget dah!

Aku nyatat isi tausiahnya sedikit. Kurang lebih isinya:

  • Cerita dalam alqur’an disebut qosos.
  • Ustadz Hanan menceritakan tentang sorang kyai yang bernama kyai Ibrahim Al’ashom (terjaga) pada jaman Usman bin Affan (kalau gak salah, lupa hehehe). Kisahnya aku ceritain di tulisan berikutnya ya. :p
  • Surah Yusuf berisi perintah-perintah dan larangan-larangan.
  • Perbanyaklah istighfar ketika kamu menginginkan sesuatu.
    Beliau menceritakan kejadian yang dialami oleh orang yang beliau temui tentang faedah banyak beristighfar.  Intinya, perbanyaklah istighfar ketika kamu menginginkan sesuatu. Allah pasti akan memberikan apa yang menjadi keinginanmu dengan cara yang tak terduga.
  • Harapan kita gak akan mungkin diabaikan Allah, ada suatu cara yang tak terduga.
  • Selalu ridho pada setiap musibah yang kita alami, kalau ikhlas itu ibadah. Apapun yang terjadi kita harus ridho.
  • Cerita tentang kehidupan setelah kita bangkit dari kubur. Kita bisa di tolong oleh orang shaleh. Jadi, seringlah menemui dan mendoakan orang shaleh karena bisa jadi beliau akan menolong sewaktu penghisaban.
  • Pusat padang mahsyar adalah Palestina.
  • Jangan mencari nasehat untuk orang lain tapi carilah nasehat untuk diri sendiri.
  • Ikut majlis taklim adalah salah satu cara untuk charge keimanan kita, biar kita selalu ingat dengan kewajiban kita sebagai muslim/muslimah, cara meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT.
  • Masih banyak lagi, cuma gak aku catat karena terlalu enjoy dengan tausiahnya. :p

Itu cerita pertama kalinya aku ikut ngaji bareng ustadz Hannan Attaki. Semoga bermanfaat. 🙂

Jakarta, 26 Agustus 2017.

Brunch

Sudah tak asing lagi dengan istilah brunch kan?

Yup, brunch berasal dari kata breakfast dan lunch. Sesuai namanya, brunch berarti kegiatan menikmati makanan diantara jam sarapan dan jam makan siang, sekitar pukul 10 pagi hingga 12 siang. Brunch sebenarnya merupakan budaya asing namun sekarang kegiatan ini sudah mulai dilakukan masyarakat urban khususnya di kota-kota besar Indonesia.

Tentunya menu brunch berbeda dengan menu sarapan atau makan siang. Karena tujuannya untuk mengganjal perut, makanan ringan menjadi menu brunch yang pas. Meskipun hanya makanan ringan, bukan berarti mengabaikan kandungan dalam menu tersebut. Kandungan menu brunch yang baik adalah makanan yang mengandung cukup kandungan gizi sehat seimbang, seperti protein dan mineral. Selain itu, jumlah kalori, karbohidrat, vitamin, dan lemak juga harus terpenuhi.

Pilihlan menu brunch yang baik untuk tubuh, makanan yang mengandung segala kebaikan gizi seimbang. Happy brunch!

KRL Transportasi Umum Favorit di Jakarta

20170720_174637
Meski sesak yang penting selamat

Kepadatan penumpang dalam KRL di Jakarta sudah menjadi hal yang lumrah. Dari pagi buta sampai malam, kendaraan umum ini tak pernah sepi dari penumpang. Tiap jadwal laju KRL sudah dipastikan tidak sepi dari penumpang (terkecuali hari raya idul fitri dan idul adha). Kereta ke berbagai tujuan misalnya Bogor, Tangerang atau bekasi di tiap jadwal pemberangkatan mempunyai penumpang. Apalagi di jam orang-orang berangkat kerja, sekitar jam 6-9 pagi dan jam pulang kerja kurang lebih pukul 4-7 pasti penuh sesak.

Rebutan kereta, berdiri selama perjalanan, transit dan sempit-sempitan di pinggir peron bukan masalah. Buktinya, sampai saat ini KRL tidak pernah ditingalkan para penumpang setia. Malah makin hari makin banyak yang menjadikan krl sebagai bagian dari rutinitas seharihari yang tidak bisa ditinggalkan.

Melihat fenomena seperti itu yang aku lihat setiap hari, aku menyimpulkan KRL bisa dikatakan menjadi salah satu kendaraan umum favorit di Ibu kota. Selain alasan yang murah, rute dan stasiun yang menjangkau kawasan tempat orang bekerja menjadikan KRL sebagai teman di keseharian pulang dan pergi bekerja.

Meski penuh sesak, dan tak jarang penumpang mengalami pinsan tetap saja kendaraan umum ini menjadi sahabat mereka. Para penumpang rela antre masuk stasiun, antre jalan menuju peron, antre masuk dan keluar KRL adalah ritinitas yang bisa dibanggakan kepada teman-teman diluar Jakarta. Berdiri di dalam keretapun tak menjadi masalah atau beban. Sudah berhasil masuk KRL saja sudah lega, jadi masalah tidak kebagian tempat duduk itu bukan suatu masalah. Kalau mendapat tempat duduk itu sebagai keberuntungan. Yang penting sampai tempat tujuan tepat waktu dan bahagia.

20170725_174320
Antrean sehabis turun dari KRL

Jakarta, 30 Juli 2017

 

Gak Sengaja ke Perpustakaan Daerah Provinsi DKI Jakarta

*Lanjutan cerita postingan yang sebelum ini*

Perpustakaan daerah provinsi DKI Jakarta, akhirnya nemu juga perpustakaan yang bisa jadi tempat ngadem kalau weekend. 😀

Gak nyangka tanpa niat ini aku nyampe ke perpus ini. Pas masuk, disambut dengan kreasi-kreasi anak-anak dan pelajar, kayak lukisan, gambar, dan karya seni lain. Jadi serasa memasuki galeri seni anak-anak.

Perpus ini kadang disebut juga perpustakaan Cikini. Ini terpampang di pengumuman yang nempel di pintu lift.

1

Lanjut cerita.

Aku dateng ke perpus, di lantai dasar terus nulis daftar pengunjung yang pas disamping kiri pintu masuk. Terus, masuk ruang tengah isi form pengunjung di form yang di sediakan (kayak katalog gitu). Setelah berhasil, ngasih kartu identitas diri ke petugas. Terus dikasih kunci loker. Nah, lokernya ada di lantai yang sama, dari meja petugas loker, lurus ke depan aja.

Aku dapat info nih, tadinya kan aku mau daftar jadi anggota perpus, eh ternyata gak boleh. Why?

Siapapun yang gak berKTP Jakarta berarti gak bisa jadi anggota perpus Cikini. Wadow. Kata petugasnya sih ini aturan dari pemprov DKI. Hmmm.. padahal aku pengen jadi anggota. Ya udah gak papa mau gimana lagi kan. Haha.

FYI, kalau bukan anggota gak bisa pake wifi. Ngeselin ya. -,-

Aku baca keterangan masing-masing lantai yang terpampang di lantai dasar, ada ruang baca umum, anak-anak, audiovisual dan lain-lain.

Perpus yang beralamat di Taman ismail marzuki jln cikini raya no 73, Menteng, Jakarta pusat punya 3 lantai.

Lantai dasar : ruang pendaftaran masuk dan daftar jadi anggota dan loker.

Lantai 1 : ruangan baca, ada banyak koleksi buku, komputer, dan kursi meja buat baca juga tempat lesehan buat baca. Ruangan di lantai ini luas, adem, nyaman meski kadang terdengar suara anak-anak yang dilantai 2.

2
Luas kan

Lantai 2 : ruangan khusus buat anak anak. Ada buku-buku anak juga arena bermain anak. Anak-anak pasti suka nih.

4
Arena bermain
3
Ruangan anak-anak

Lantai 3 : ruangan baca untuk koleksi buku, majalah, koran.

5
Sepi, tenang, damai

Aku niat mau ke semua lantai. Well, bener saja aku ke semua lantai.

Pertama aku ke lantai 2, yang isinya anak-anak sama orangtuanya. Mampir aja sih, terus aku ke lantai 3. Pas nyampai sana ternyata sepi, gak disangka cuma ada 2 orang. Satu petugas, satu pengunjung. Dalam hati aku salah ruangan deh kayaknya. Duh. Ah, dari pada kelihatan bingung, aku pura-pura aja nanya ke petugas, nanya buku blabla ada di rak mana. Aku cari tuh buku dan gak ketemu, daripada semakin keliatan bingung aku pura-pura aja ambil buku dan aku baca deh. Untung bukunya menarik, jadi aku baca beberapa lembar. Setelah kerasa ngantuk, aku buka laptop dan ngetik buat isi blog :P.

Setelah kelar, aku ke lantai 2 lagi, sengaja mau memfoto ruangan anak-anak. Setelah itu, aku ke lantai 1 padahal niatnya mau langsung pulang eh malah jadi mampir ke ruangan ini. Dan ngelanjutin ngetik buat blog.

You know what, ini loh ruangan yang aku cari dari tadi. Bukan yang lantai 3. Ruangan di lantai 1 beda banget, soalnya banyak pengunjung, mahasiswa, sama pelajar gitu deh. Dan koleksi bukunya juga banyak. Tersedia banyak kursi meja, dan komputer juga tablet. Mushola juga ada di ruangan ini. Cocok banget nih buat ngadem di weekend selanjutnya. 😀

Perpus Cikini, 5 Agustus 2017.

Baca ini jadi tahu “The Script”

Siapa sih yang gak pernah dengar lagu “Hall of Fame” atau “The man who can’t be moved”. Dua lagu hits ini memang sering terdengar dimana-mana. Aku ceritakan ya, kenapa aku nge-fans banget sama band pemilik dua lagu tersebut. Sebelum aku tau siapa penyanyi lagu itu, aku udah suka duluan sama lagunya. Karena penasaran, mulai deh googling dan akhirnya tahu pemilik kedua lagu tersebut. Setelah kepo-kepo, ternyata band ini juga punya lagu lain yang berhasil bikin aku tambah nge-fans banget sama lagu-lagunya. Contohnya nih yang judulnya Nothing, I’m yours, superheroes dan lainnya. Menurutku sih, lagu-lagu The Script cocok banget buat orang yang patah hati akibat cinta bertepuk sebelah tangan, ditinggal sang pujaan hati, susuah move on dan orang yang benar-benar mencintai sang kekasih, kok aku jadi sedih ya 😥 Selain itu juga pas banget buat motivasi semangat hidup dan buat orang yang ingin bangkit dari keterpurukan, lagu “Hall of Fame” cocok tuh.

Hmmm itu ceritaku awal mula nge-fans The Script. Lanjut tentang band kesukaan ku ini ya.

*Mulai serius*

The script adalah band Irlandia aliran pop rok yang terbentuk pada tahun 2001 di Dublin, Ireland. Sejak berdiri band ini terdiri dari 3 personil yaitu Danny O’Donoghue (vokalis&keyboardist), Mark Sheehan (gitaris), dan Glen Power (drummer).

Danny dan mark sudah berteman sejak usia 12 tahun. Sebenarnya mereka berdua pernah membuat band bernama Mytown pada tahun 1996. Dalam perjalanannya mereka berdua mencari drummer untuk band barunya “The script”. Bertemulah Glen power yang menjadi drummer. Sampai sekarang The Script  belum pernah berganti personil loh. Keren ya!

Ini Danny sang vokalis.

Screenshot_2017-04-08-23-31-33

Ini Mark sang gitaris.

Screenshot_2017-04-08-23-31-38

Ini Glen sang drummer.

Screenshot_2017-04-08-23-31-13

Album pertama tahun 2008 dengan lagu hitsnya “The man who can’t be moved” dan “breakeven (falling to pieces) berhasil meraih posisi pertama chart lagu di Ireland dan UK. Kemudian pada tahun 2010, The Script membuat album kedua “Science & Faith” dan lagu-lagunya adalah “For the first time”, “Nothing”, “Hall of fame”. Album “No Sound without silence” tahun 2014 menjadi album ketiganya dengan lagu “Superheroes”.

 

 

 

Tentang Kahlil Gibran

Gelar untuk sang pujangga besar Kahlil Gibran tidak hanya satu. Yakni Sang sufi (the mystic), sang Filosof (the philosopher), yang religious (the religious), si kufur (the heretic), yang cemerlang (the serene), sang pemberontak (the rebellious), dan yang abadi (the ageless).

Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, di punggung gunung dataran tinggi Libanon. Tempat itu berada sekitar 1.700 meter diatas permukaan laut – yang dibanggakannya sebagai pengawal hutan Cedar suci di Lebanon. Lebanon dalam bahasa Smith berarti putih (lubnan) karena gunung di sana tertutup salju selama enam bulan setiao tahun. Di tempat itu, Nabi Sulaiman mengambil bahan kayu Cedar untuk membangun kuilnya di Yerussalem yang terkenal dengan Kuil Sulaiman (solomon’s temple). Secara administratif, kota Beshari masuk ke dalam wilayah Syiria, yang pada masa itu dibawah kekuasaan kerajaan turki usmani.

Ketika lahir bayi Kahlil diberi nama Gibran, persis nama kakeknya dari pihak ayah- sebagaimana adat (kebiasaan) warga Lebanon pada zaman itu. Ayahnya bernama Khalil bin Gibran. Nama lengkap si anak menjadi Gibran Khalil Gibran (jubran Khalil jubran). Untuk kalangan orang Arab itu, kalau kalangan bukan Arab “Kahlil Gibran”. Letak huruf “h” diubah atas anjuran para gurunya setelah Gibran tinggal di Amerika.

Ayahnya benama Khalil bin Gibran berasal dari keluarga pendatang dan keluarga yang cukup terpandang. Ibunya bernama Kamila, perempuan cantik terpelajar yang menguasai beberapa bahasa asing (arab, perancis, inggris) dan berbakat musik.

Berikut kutipan Gibran dalam novel sayap-sayap patah tentang ibunya.

“Ibu adalah segalanya. Dialah pelipur duka cita, haapan kita di kala sengsara, dan kekuatan kita di saat tak berdaya. Dialah sumber cinta, kasih, kecendrungan hati, dan ampunan. Barangsiapa kehilangan ibu, ia kehilangan semangat murni yang senantiasa melimpahkan restu dan lindungan padanya. Segalanya dalam semesta alam ini membutuhkan ibu….” (novel sayap-sayap patah)

Gibran mempunyai tiga saudara satu kakak beda ayah, bernama Peter, dan dua saudara kandungnya Mariana dan Sulthana. Orang luar rumah yang menjadi guru pertamanya adalah Salim Dahir yang memiliki pengetahun astronomi, kimia, fisika, filsafat, dan sejarah.

Perilaku aneh Gibran sejak kecil adalah sering menyendiri, suka merenung, dan tidak banyak tertawa seperti anak-anak sebayanya. Gibran senang berada dibawah naungan pohon cedar raksasa. Dia menyimpan suatu kekuatan dalam dirinya dan mampu mengungkapkan dalam tulisan dan gambar.

Gibran hijrah ke Boston Amerika pada 25 juni 1895. Dia bersekolah disekolah anak-anak imigran. Tahun 1896 dia kembali le Lebanon guna memperdalam bahasa ibunya dan mempelajari khazanah kesusteraan arab. Dia sekolah di Madrasat al hikmat (sekolah kebijaksanaan) dia mengikuti kuliah ilmu hukum internasional, kedokteran, musik, sejarah dunai dan agama.

Gibran menjalin cinta kepada May Ziadah (seorang sasterawati dan kritikus sastera arab, kelahiran Nasareth, Palestina, 1886), yang dikenal Gibran kewat diskusi dan tukar pikiran melalui surat. May berdiam di kairo sedangkan Gibran di New York. Cinta antar benua, antar negara yang menurut sebagian orang aneh sekaligus unik dan menarik. Surat-menyurat antara May dan Gibran berlangsung selama belasan tahun (1912-1931). Apakah ini yang kita sebut sebagai cinta platonic? Mampu sampai begitu mendalam. Luar biasa.

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kata yang tak semoat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya bau. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada” (Kahlil Gibran)

“Akan datang saatnya nanti, aku akan kembali ke dunia timur. Rinduku pada kamppng halaman nyaris meluluhkan hatiku. Aku ingin menjalani sakitku di mesir, atau di kampong halamanku, agar aku dekat dengan orang-orang yang kucintai…. Tahukah kau, May, bahwa manakala aku memikirkan keberangkatan yang disebut orang kematian itu, aku merasa senang memikirkan dan merindukannya…. Dalam hasrat manusia terdapat satu tenaga kerinduan yang mengubah kabut dalam diri kita menjadi matahari” (Salah satu surat Gibran kepada May Ziadah)

Gibran meninggal apda tahun 1931 di New York dalam usia 48 tahun, dan dimakamkan ditanah kelahirannya, di hutan cedar libanon. Yaitu di lingkungan Beshari.

(Sumber dari buku "Kahlil Gibran di indonesia 2010")

Kumpulan artikel Forum AXIS

Beberapa artikel yang telah saya terbitkan di forum POJOK AXIS. Untuk membaca artikel tersebut klik gambar dibawah ini:

medium

Foto-Foto Mantan Terpasang di Festival Melupakan Mantan

medium

Tulis Lamaran Kerja, Gadis Cilik Ini Dapat Balasan dari CEO Google

medium

Cihuyy! Sekarang sudah bisa video call-an lewat WhatsApp

medium.jpg

Fitur Baru Instagram! Sekali Posting, Bisa Upload Banyak Foto

medium

Pencak Silat Diusulkan Jadi Warisan UNESCO

medium

Masukkan keteranganPantai-pantai di Pacitan ini recommended abis!

 

ccc

Ajib! Serial 'Wiro Sableng 212' Akan Dibuat Film Go International

medium

SARUNG TANGAN BUAT KAMU YANG LDR