Tukang Becak di Stasiun

Berjalan keluar stasiun

Di pintu keluar disambut para tukang becak

Mereka menawarkan jasanya kepada para penumpang kereta yang baru tiba di stasiun

Termasuk aku

Masing-masing tukang becak berkata:

“Mbak terminal?”

“Becak mbak e”

“Mau kemana mbak?”

“Becaknya mbak”

Kebanyakan yang ditawari cuek, tak menjawab

Diam saja

Aku kesal sama orang-orang yang cuek diam

Apa salahnya menjawab “Tidak pak, terimakasih” kalau memang tidak akan naik becak

Dari raut muka bapak-bapak tukang becak, pastinya kecewa

Ada satu bapak tukang becak menghampiriku dan menawarkan jasanya

“becak mbak”

“Tidak pak, maturnuwun, ada temen yang mau jemput”

Bapaknya pun pergi

Pasti kecewa, pikirku

Sambil menunggu teman, aku melihat mobil-mobil yang diparkir diparkiran stasiun

Terlintas saja dipikiranku, orang-orang bermobil mungkin bisa memenuhi apa yang yang jadi kebutuhan dan keinginannya dengan mudah

Tukang becak mungkin bisa juga tapi pasti dengan perjuangan yang luar biasa

Dalam hati: sungguh setiap orang punya rejekinya masing-masing

Allah yaa Rabbi

 

(Stasiun Solo Balapan, 23 Oktober 2016)