Gak hilang dan gak akan hilang

Ketika kau bilang “Itu namanya cinta sejati makanya gak bisa hilang”
Dalam detik itu aku berpikir dan ingin sekali ku ungkapkan “benar! Ini cinta sejati gak akan hilang”
Nyatanya kau paham “Gak mungkin akan hilang”
Tapi kau memaksaku untuk menghilangkannya
Walau dipaksa, tak akan pernah bisa hilang
Kau sudah tahu “Gak mungkin hilang”
Ketika kau muak dengan perasaanku yang gak hilang
Begitupun aku, aku juga muak
Kau dan aku sudah tahu “gak akan bisa hilang dan gak mungkin hilang”
Kita sudah tahu itu, kenapa kau memaksaku untuk menghilangkan?
Sudah tahu hasilnya “gak akan hilang”
Iya, memaksakan yang sudah tahu hasilnya itu menyakiti perasaan
Sekarang aku bilang “Gak hilang dan gak akan”
 (Jogja, 13 Oktober 2016)

 

Kutipan Kahlil Gibran

“pabila cinta memanggilmu, ikutilah dia, walau jalannya terjal berliku-liku

Dan apabila sayapnya merangkummu, pasrahlah serta menyerah, walau

Pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu

Dan jika dia berbicara kepadamu, percayalah, walau ucapannya membayarkan mimpimu,

Bagai angina utara mengobrak-abrik petamanan

Sebab sebagaimana cinta memahkotaimu, demikian pula dia menyalibmu. Demi

Pertumbuhanmu, begitu pula pemangkasanmu.”

“pun jangan mengira, bahwa kau dapat menentukan arah cinta, karena cinta, pabila kau telah dipilihnya, akan menentukan perjalanan hidupmu.”